Jumat, 30 Mei 2014
Selasa, 29 April 2014
Kisah Sepasang Tuna Netra Menghidupi Keluarga
Reporter : ods/bam
BERITABEKASI.CO,Kota
Bekasi - Bagi warga di kawasan Jatiasih mungkin sudah tidak asing lagi dengan
sosok sepasang suami istri yang berjualan kerupuk yang biasa berkeliling di
Perumahan Pemda. Agus (50), dan Sarinah (35), bukan penjual kerupuk keliling
biasa, dia adalah sepasang Tuna Netra. Di Kota Bekasi, dia tinggal bersama ke
tiga anaknya di Jalan Sadewa no 28 blok B Komplek Pemda. Kelurahan Jatirasa,
Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat meski memiliki keterbatasan
fisik, namun dia enggan hidup dari belas kasihan orang lain. Mereka, berusaha
menghidupi ketiga buah hatinya dengan berjualan kerupuk keliling, mengitari
komplek-komplek yang berada di sekitar tempat tinggalnya, Minggu
(29/9/2013).
|
Agus
dan Sarinah mengaku, berjualan demi menghidupi ketiga putra-putrinya, setiap
pagi mereka bekeliling komplek dengan berjalan kaki hingga jarak 5 Km yang
mesti ditempuh. Mereka, dapat menjual kerupuk dalam sehari 40 hingga 50 bungkus
kerupuk. Namun, sejak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu,
yang berimbas pada kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok, membuat mendapatan
mereka menurun drastis. Kini dalam sehari, mereka hanya mampuh menjual sekitar
20 bungkus dengan keuntungan bersih Rp20.000 hingga Rp30.000 perhari.
“Sudah
dua tahun saya bersama istri berjualan kerupuk keliling disekitar komplek di
Jatiasih,’’ katanya kepada beritabekasi.co, sembari melepas lelah seusai
berkeliling menjajakan dagangannya disekitar komplek pemda.
Kondisi
ini tak membuat Agus dan Sarinah menyesali nasib, namun mereka tetap bersyukur
atas rezeki yang telah diberikan Tuhan, karena dari hasil berjualan kerupuk ini
ia mampuh menyekolahkan ketiga anak-anaknya, meski hanya sampai Sekolah
Menengah Pertama (SMP).
“Saya
hanya berharap ke tiga anak-anak saya kelak dapat hidup yang lebih baik dari
pada orang tuannya yang hanya sebagai penjual kerupuk keliling,’’ ujarnya.
Sehari-hari,
Pria asal Jawa tengah, ini ditemani sang istri berkeliling di sekitar komplek
dekat-dekat rumahnya untuk menjajakan kerupuknya kepada warga. Ia mulai
berkeliling dari pukul lapan hingga empat sore. Agus, terpaksa memilih
berdagang kerupuk sesuai berhenti menjadi tukang pijat, kata dia, kerena kalah
saing dengan panti pijat plus-plus yang marak di Kota Bekasi.
“Ya
kalau untuk sehari-hari enggak cukup, dirit-irit alhamdulillah saya bersyukur
masi dapat menyekolahkan ketiga anak-anak saya dari pengahasilan berjualan
kerupuk,’’ katanya.
Banyak
suka duka yang dialami ke dua pasangan tuna netra, ini mulai dari para pembeli
yang kadang kala membayar kurang hingga menabrak-nabrak saat berjalan kerena
pada saat belum mengenal medan. Meskipun begitu, Agus dan Sarinah mengatakan
masih banyak orang yang baik kepadanya. Mereka tetap menjalankan hidup sebagai
pedagang kerupuk keliling.
“Ya
suka dukanya pernah dialami, terkadang ada aja yang bayarnya kurang, tapi
alhamdulillah, masih banyak orang yang baik suka kasih lebih diberikan ke saya
uang kembaliannya,’’ tandasnya.
Opini
Secara
etimologi kata tunanetra berasal dari tuna yang berarti rusak,netra berarti mata
atau penglihatan. Jadi secara umum tuna netra berarti rusak penglihatan.
Tunanetra berarti buta,tetapi buta belum tentu sama sekali gelap atau sama
sekali tidak dapat melihat. Ada anak buta yang sama sekali tidak ada
penglihatan,orang semacam ini biasanya disebut buta total. Disamping buta
total, masih ada juga orang yang mempunyai sisa penglihatan tetapi tidak dapat
dipergunakan untuk membaca dan menulis huruf biasa.
Mungkin
kemampuan yang paling terpengaruh oleh ketunanetraan untuk berhasil dalam
penyesuaian social individu tunanetra adalah kemampuan mobilitas yaitu
ketrampilan untuk bergerak secara leluasa di dalam lingkungannya. Ketrampilan
mobilitas ini sangat terkait dengan kemampuan orientasi, yaitu kemampuan untuk
memahami hubungan lokasi antara satu obyek dengan obyek lainnya di dalam
lingkungan seperti yang di alami oleh sepasang tuna netra bapak Agus dan ibu Sarinah
ini beliau perlu beberapa bulan untuk beradaptasi dengan medan jalan yang harus
dilaluinya untuk berjualan krupuk setiap hari
Pada
dasarnya mereka tidak inggin bahawa kondisinya sepeti ini namun takdir
berhendak lain ada beberapa factor penyebab terjadinya tuna netra diantaranya: Pre-natal
dan Post-natal. Pada siapa pun masyarakat untuk menangapi dan merangkul
seseorang penderita tuna netra seperti bapak Agus dan ibu Sarinah ini cobalah
untuk berprilaku kemanusian kepadanya
jangan malah memanfaatkannya, sekecil apapun bantuan anda untuk menolongnya itu
akan ada balasannya.
Betapa
banyak manusia diluar sana yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang
tanpa dia sadari jikalau dirinya itu masih sangaat kuat untuk bekerja yang
lebih layak dibandingkan dengan harus mengemis tapa keterbatasan apapun yang
menimpanya. Hal ini patut dicontoh bagi para penderita penyakit turunan seperti
ini karna keterbatasan bukan lah suatu kendala untuk mewujudkan niat dan mimpi
mu.
Sumber :http://beritabekasi.co/page/kanal/?id=4820&subid=58&kanal=sosok&alias=Kisah%20Sepasang%20Tuna%20Netra%20Menghidupi%20Keluarga&page=detil
Senin, 31 Maret 2014
Gas 3 Kg Meledak, Sekeluarga Sekarat Terbakar di
Cilincing
NONSTOP,MELEDAK-
Lokasi Terjadinya Gas 3 Kg Meledak
di Cilincing,Jakarta Barat .
Naas
menimpa satu keluarga di Jalan Kebantenan RT 03 RW 02, Kelurahan Semper Timur,
Kecamatan Cilincing. Peristiwa ini menyebabkan ayah, ibu, dan 4 orang anaknya
mengalami luka bakar. Para korban yang merupakan satu keluarga yaitu Itok (38),
Ngadiarti (35), Kholifatus (10), Al Fath (7), Ganesha (5) dan Renayu (1,5).
Menurut Ito, peristiwa ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu istrinya, Ngadiarti (35) dan ketiga anaknya yaitu Kholifatus (10), Al Fath (7) , Ganesha (5), dan Renayu (1,5) habis pulang dari rumah orangtua Ito. “Kami saat itu habis pulang dari mbah-nya,” katanya di Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Kamis (20/3).
Sesampainya di rumah, dirinya bersama istri dan ketiga anaknya tersebut kemudian sedang beristirahat di ruang keluarga. Namun, tidak bertahan lama kemudian tabung gas meledak. “Saya masih sadar dan menolong ketiga anak dan istri saya,” ucapnya.
Lalu setelah itu berdatangan tetangga yang ikut membantu korban. Ia mengakui, tidak seperti biasanya, setiap hendak bepergian dirinya selalu mencopot regulator gas. Namun setelah diingat-ingat ternyata hal tersebut yang menyebabkan terjadinya ledakan gas.
“Mungkin namanya musibah jadi seperti ini (meledak). Biasanya saya selalu melepas selangnya,” tandasnya.
Ia sendiri tidak mengetahui penyebab ledakan tersebut. Namun, ia menduga asal muasal ledakan berasal dari tabung 3 kilogram yang bermasalah. Sebab, sepengetahuan dia, selang dan regulatornya tidak bermasalah.
Saat ini kondisi rumah kontrakannya rusak parah. Ia juga tidak tahu kondisi ketiga anaknya yang sedang dirawat di tempat berbeda. Dua anaknya dirawat di lantai 5 RSUD Koja dan anak bungsunya kini luka parah dan dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.(AGS)
Menurut Ito, peristiwa ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu istrinya, Ngadiarti (35) dan ketiga anaknya yaitu Kholifatus (10), Al Fath (7) , Ganesha (5), dan Renayu (1,5) habis pulang dari rumah orangtua Ito. “Kami saat itu habis pulang dari mbah-nya,” katanya di Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Kamis (20/3).
Sesampainya di rumah, dirinya bersama istri dan ketiga anaknya tersebut kemudian sedang beristirahat di ruang keluarga. Namun, tidak bertahan lama kemudian tabung gas meledak. “Saya masih sadar dan menolong ketiga anak dan istri saya,” ucapnya.
Lalu setelah itu berdatangan tetangga yang ikut membantu korban. Ia mengakui, tidak seperti biasanya, setiap hendak bepergian dirinya selalu mencopot regulator gas. Namun setelah diingat-ingat ternyata hal tersebut yang menyebabkan terjadinya ledakan gas.
“Mungkin namanya musibah jadi seperti ini (meledak). Biasanya saya selalu melepas selangnya,” tandasnya.
Ia sendiri tidak mengetahui penyebab ledakan tersebut. Namun, ia menduga asal muasal ledakan berasal dari tabung 3 kilogram yang bermasalah. Sebab, sepengetahuan dia, selang dan regulatornya tidak bermasalah.
Saat ini kondisi rumah kontrakannya rusak parah. Ia juga tidak tahu kondisi ketiga anaknya yang sedang dirawat di tempat berbeda. Dua anaknya dirawat di lantai 5 RSUD Koja dan anak bungsunya kini luka parah dan dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.(AGS)
Opini: sebetulnya hal eperti ini adalah kesalaha sipengguna dan mengakibatkan anakaya terluka parah begitu juga warga disekitartnya. hal yang harus di kembangkan dalam masalah ini sebaiknya regulator-regulator tabung gas di masa yang akan datang memiliki tanda peringatan apabila gas atau pun selangnya ada masalah jd sipengguna bisa tau dan bisa langsung mengecek dimana letak permasalah tersebut dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di ingginkan seperti kasus diatas..
Sumber: http://www.nonstop-online.com/2014/03/gas-3-kg-meledak-sekeluarga-sekarat-terbakar-di-cilincing/
Selasa, 24 Desember 2013
semua kan ku tuangkan disi hari ini detik ini..
gw mengakui bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini termasuk gw. tapi kenapa si lo ga pernah bia berubah untuk menjadi seorang yang lebih baik dan dewasa, gw tuh sayang sama lo setulus hati gw apapun yang bisa gw bantu dan gw lakuain buat lo selagi gw masih sanggup dan mampu untuk melkakukannya pasti gw lakuin cuman buat loo apa semua yang udah gw lakuin tuh masih belum cukup membuktikan.
gw akui lo udah berubah, tapi berubah lo bukan berubah seperti layaknya orang lain yang berubah akan suatu yang buruh berupa menjadi suatu yang baik. perubahan lo hanya perubahan sikap buruknya saja tanpa ada perbaikan dan tanpa ada niat untuk berubah menjadi baik menjadi sesosok mausia yang dewasa layaknya orang lain.
apa sih sebernya tujuan lo selama ini...? jangan pernah merasa bahwa diri lo tuh lebih unggul di bandingkan dengan oprang lain. maih banyak wanita yang lebih segalanya dari lo tapi dia ga seperti lo. gw udah ga sanggup lagi kaya gini trus, harus sampe kapan gw tungguin lo buat bener-bener berubah karana gw. INGGET gw bisa tinggalin lo kapan pun gw mau...
Sabtu, 30 November 2013
Sampling Probabilistik dan
Sampling Non Probabilistik
Teknik sampling probabilistik singkat kata merupakan teknik yang
memberikan peluang atau kata lainnya kesemapatan yang sama untuk setiap
kemungkinan. Pemilihan sample bersifat objektif, yaitu dimana anggota pada
suatu sample dianggap sama oleh si peneliti itu sendiri dan sifat dari sampling
ini yaitu acak atau random. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam teknik
sampling probabilistik adalah simple random sampling, proportionate stratified random sampling,
disproportinate statified random sampling dan cluster sampling (area sampling).
Tujuan dari teknik ini yaitu mendapatkan informasi atau sekumpulan data yang
seakurat mungkin agar nanti hasil yang didapatkan dari proses pendataan ini
bersifat ideal.
Sampling Probabilistik memberikan
hasil-hasil yang dapat dinilai secara objektif. Terdapat beberapa jenis sampel
yang termasuk kategori ini, yaitu:
1.
Simple Random Sample
Jika probability
sample dipilih sedemikian rupa sehingga seluruh pengelompokan dengan
ukuran tertentu yang mungkin akan memiliki kesempatan yang sama untuk terambil
dan setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih, maka
sampelnya disebut Simple Random Sample. Populasi adalah
keseluruan objek yang akan atau ingin diteliti.
Cara samplingnya adalah setiap
anggota dalam suatu populasi diberi nomor, kemudian diambil secara acak nomor
tersebut sebanyak jumlah sampel yang dikehendaki, maka setiap anggota yang
nomornya terpilih tersebut membentuk sebuah random sampel. Pengambilan nomor
tersebut juga bisa dengan menggunakan bantuan random number (bilangan acak).
2.
Systematic Sample
Anggota dari populasi diberi
nomor dan diurutkan. Kemudian ditentukan satu nomor sebagai titik awal
sampling. Nomor berikut dari anggota yang ingin dipilih ditentukan dengan
mengikuti suatu sistematika, misalnya tiap-tiap unit nomor ke-n dari titik awal
dipilih sebagai anggota sampel.
3.
Stratified Sample
Populasi terlebih dahulu
dibagi dalam kelompok-kelompok yang relatif homogen, atau dalam strata. Anggota
sampel ditarik dari setiap strata untuk menghasilkan secara keseluruhan, yang
disebut Systematic Sample.
Systematic Sample biasanya dilakukan
apabila ada variasi besar dalam populasi, dan penelitinya terlebih dahulu
mengetahui struktur populasi tersebut yang dapat digunakan untuk menetapkan
stratanya. Hasil sampel dari setiap stratum kemudian diberi pembobotan dan
dihitung dengan hasil sampel dari strata lainnya untuk mendapatkan estimasi
yang menyeluruh.
Populasi terlebih dahulu
dibagi atas kelompok-kelompok berdasarkan area ataucluster, dan anggota
kelompok tidak perlu homogen. Kemudian dipilihlah beberapa cluster sebagai
sampel, selanjutnya dipilih lagi anggota dari cluster (seluruhnya/sebagian)
tersebut sebagai sampel.
Sampling Non Probabilistik Berbanding terbalik dengan teknik sampling
probabilistik, teknik sampling non-probabilistik ini tidak memberikan peluang
yang sama untuk setiap anggota populasi. Pemilihan sample bersifat subjektif
tergantung pandangan dan kepentingan si peneliti untuk memberi peluang pada
anggota populasi. Teknik yang termasuk dalam teknik sampling non-probabilistik
adalah sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, sampling
purposive, sampling jenuh dan snowball sampling. Dalam penggunaan
nonprobability sampling, pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman si peneliti
dijadikan objek pertimbangan yang akan menentukan anggota populasi yang akan
dipilih sebagai sampel. Karena hal tersebutlah yang mengakibatkan perbedaan
peluang antar anggota populasi sebagai sample secara acak. Teknik
sampling non peluang meliputi:
1.
Sampling Kuota
Sampling kuota adalh teknik
untuk menentukan sempel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri
tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
2.
Sampling Aksidental
Adalah teknik penentuan sampel
berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti
dapat digunakan sebagai sampel, bila dipadang orang yang kebetulan ditemui itu
cocok sebagai sumber data.
3.
Judgement Sampling
Adalah cara pengambilan
sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit
analisis seorang ahli.
Sumber:
Statistika Non-Parametrikal
Statistika Non-Parametrik
Statistika non-parametrik adalah statistika bebas sebaran (tdk mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Statistika non-parametrik biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data berjenis Nominal atau Ordinal. Data berjenis Nominal dan Ordinal tidak menyebar normal. Contoh metode Statistika non-parametrik:
Statistika non-parametrik adalah statistika bebas sebaran (tdk mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Statistika non-parametrik biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data berjenis Nominal atau Ordinal. Data berjenis Nominal dan Ordinal tidak menyebar normal. Contoh metode Statistika non-parametrik:
a. Uji tanda (sighn test)
b. Sign rank test (wicoxon)
c. Rank sum test (wilcoxon)
d. Rank correlation test (spearman)
e. Fisher probability exact test.
f. Chi-square test, dll
A. UJI TANDA (SIGN TEST)
c. Rank sum test (wilcoxon)
d. Rank correlation test (spearman)
e. Fisher probability exact test.
f. Chi-square test, dll
A. UJI TANDA (SIGN TEST)
Uji
tanda ( sign-test ) merupakan uji statistika non parametrik yang sederhana dan
paling awal digunakan. Dinamakan “uji tanda” karena hasil pengamatan didasarkan
atas tanda (positif atau negatif) dan bukan pada besarnya nilai numerik. Dapat
dilakukan pada satu sampel dan sampel berpasangan.
1. Uji
Tanda Satu Sampel.
Untuk
mengetahui apakah sampel yang kita peroleh berasal dari populasi dengan median
atau patokan nilai tertentu. Untuk menguji hipotesis, data sampel disusun
sedemikian rupa sehingga untuk nilai yang “> median” populasi kita beri
tanda (+), untuk nilai yang “< median” populasi diberi tanda (-) dan untuk
yang “= median” populasi diberi tanda (0). H 0 : jumlah tanda (+) = jumlah
tanda (-) Bila hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan tanda, maka kita
ingin mengetahui apakah perbedaan tersebut memang berbeda atau hanya karena
faktor kebetulan saja.
Contoh
Misalkan, diketahui bahwa pods day
cream untuk memutihkan wajah mempunyai median (Me) waktu penyembuhan 7
hari. Bila pods day cream dikombinasi dengan pods night cream apakah dapat
mempercepat waktu pemutihan ? Untuk mengetahui hal ini maka kombinasi pods day
cream dan pods night cream diberikan pada 11 orang.
Pengujian hipotesis dilaukan pada derajat kepercayaan
95 %
Jawab :
Ho = Me populasi = Me sampel ( median waktu
pemutihan kombinasi pods day cream dan pods night cream = 7 hari)
Ha = Me populasi # Me sampel
α = 0,05
Hasil pengamatan terhadap 11 orang tersebut sebagai
berikut.
|
Waktu pemutihan
|
Median
|
Tanda
|
|
5
|
7
|
-
|
|
6
|
7
|
-
|
|
7
|
7
|
0
|
|
8
|
7
|
+
|
|
8
|
7
|
+
|
|
8
|
7
|
+
|
|
8
|
7
|
+
|
|
9
|
7
|
+
|
|
9
|
7
|
+
|
|
9
|
7
|
+
|
|
10
|
7
|
+
|
Dari hasil tersebut tampak bahwa 2 orang
denga tanda (-) dan satu orang dengan tanda 0. Apa yang dapat kita simpulakn
dengan 2 ( - ), sedangkan kita berharap terdapat 5 ( - ) ?
Untuk menyelesaikan soal di atas
dapat digunakan table 10 untuk Uji Tanda. Pada n=10 ( 1 tidak digunakan karena
hasilnya 0 ) dengan derajat kemaknaan 5% dihasilkan nilai h=1 .
Agar kombinasi pons ( D+N ) berbeda
secara bermakna dibandingkan obat A atau untuk menolak hipotesis nol maka
jumlah tanda (-) harus = 1
Dari hasil pengamatan diperoleh 2
orang dengan tanda (-) maka kita tidak dapat meniloak hipotesis nol yang
berarti secara statistic tidak terdapat perbedaan efek kombinasi obat tersebut
atau efek ponds dey cream tidak berbeda dengan kombinasi ponds D+N pada derajat
kemaknaan 5% ( p >0,05 )
2. Uji sampel
berpasangan
Uji tanda dipakai untuk data yang berpasangan dengan kategori/perlakuan dua
(P=2) dan terbaik jika digunakan pada data dengan skala pengukuran nominal
(ada/tidak, mati/hidup,sakit/sehat dan sebagainya).
Bila digunakan dua buah sampel, biasanya penelitian dilakukan pada dua
kelompok penderita yang dianggap sama atau sampel yang berpasangan. Pada
statistika parametric, untuk membandingkan dua proporsi pada sampel yang
berpasangan digunakan Mc.Nemar’s test.
Untuk membandingkan dua proporsi melalui dua sampel yang berpasangan atau
setiap penderita diperlakukan dua kali pada statistika non-parametrik digunakan
sign test.
Contah
Berikut adalah nilai preferensi
konsumen terhadap 2 Merk Sabun Mandi. Dengan taraf nyata 1%, ujilah
apakah proporsi preferensi konsumen pada kedua merk bernilai sama?
Tabel 1. Preferensi sabun LUXE Vs
GIVE
|
No.
Responden
|
LUXE
|
GIVE
|
Tanda
|
|
1.
|
4
|
2
|
+
|
|
2.
|
2
|
3
|
–
|
|
3.
|
3
|
3
|
0
|
|
4.
|
2
|
3
|
–
|
|
5.
|
3
|
2
|
+
|
|
6.
|
1
|
2
|
–
|
|
7.
|
2
|
3
|
–
|
|
8.
|
3
|
4
|
–
|
|
9.
|
3
|
2
|
+
|
|
10.
|
2
|
1
|
+
|
|
11.
|
4
|
1
|
+
|
|
12.
|
1
|
1
|
0
|
|
13.
|
4
|
2
|
+
|
|
14.
|
3
|
2
|
+
|
|
15.
|
4
|
3
|
+
|
Ket:
Banyak tanda (+) = 8
Banyak tanda (–) = 5
Banyak tanda (0) = 2
Jika kita asumsikan LUXE lebih
disukai dibanding GIVE maka SUKSES dalam sampel adalah p = proporsi
banyak tanda (+) dalam sampel
p = banyaknya positif = 8 =
0,62
n
13
q =
1 – p = 1 - 0.62 = 0.38
Karena ingin diuji proporsi yang
suka LUXE = GIVE maka p0=q0= 0.50
B. RANK sSUM TEST(wilcoxon)
Seperti uji t -test untuk sampel berkorelasi , Wilcoxon
signed- jajaran berlaku untuk desain dua - sampel yang melibatkan tindakan
berulang , pasangan yang cocok , atau " sebelum " dan "sesudah
" langkah-langkah . Dimulai dengan satu set nilai berpasangan Xa dan Xb ,
halaman ini akan
mengambil perbedaan mutlak | Xa Xb - | untuk setiap pasangan ;
menghilangkan dari pertimbangan kasus-kasus di mana | Xa Xb - | = 0 ;
peringkat perbedaan mutlak yang tersisa , dari terkecil hingga terbesar , mempekerjakan jajaran diikat mana yang sesuai ;
tetapkan untuk setiap peringkat seperti tanda "+" ketika Xa Xb - > 0 dan tanda "-" ketika Xa Xb - < 0 ;
dan kemudian menghitung nilai W untuk uji Wilcoxon , yang dalam versi sekarang dari prosedur ini adalah sama dengan jumlah dari jajaran ditandatangani . Jumlah jajaran ditandatangani , di sini ditunjuk sebagai ns / r , sama dengan jumlah pasangan XaXb dengan yang Anda mulai dikurangi jumlah pasangan yang | Xa Xb - | = 0 .
Ketika ns / r sama dengan atau lebih besar dari 10 , distribusi sampling dari W adalah pendekatan cukup dekat dari distribusi normal. Dalam kasus ini , halaman ini menghitung sesuai z - rasio bersama dengan terkait satu - ekor dan dua ekor probabilitas . Untuk ukuran sampel yang lebih kecil ( ns / r = 5 sampai 9 ) , nilai yang diperoleh dari W dapat disebut tabel terpisah nilai kritis ± W.
mengambil perbedaan mutlak | Xa Xb - | untuk setiap pasangan ;
menghilangkan dari pertimbangan kasus-kasus di mana | Xa Xb - | = 0 ;
peringkat perbedaan mutlak yang tersisa , dari terkecil hingga terbesar , mempekerjakan jajaran diikat mana yang sesuai ;
tetapkan untuk setiap peringkat seperti tanda "+" ketika Xa Xb - > 0 dan tanda "-" ketika Xa Xb - < 0 ;
dan kemudian menghitung nilai W untuk uji Wilcoxon , yang dalam versi sekarang dari prosedur ini adalah sama dengan jumlah dari jajaran ditandatangani . Jumlah jajaran ditandatangani , di sini ditunjuk sebagai ns / r , sama dengan jumlah pasangan XaXb dengan yang Anda mulai dikurangi jumlah pasangan yang | Xa Xb - | = 0 .
Ketika ns / r sama dengan atau lebih besar dari 10 , distribusi sampling dari W adalah pendekatan cukup dekat dari distribusi normal. Dalam kasus ini , halaman ini menghitung sesuai z - rasio bersama dengan terkait satu - ekor dan dua ekor probabilitas . Untuk ukuran sampel yang lebih kecil ( ns / r = 5 sampai 9 ) , nilai yang diperoleh dari W dapat disebut tabel terpisah nilai kritis ± W.
Langganan:
Postingan (Atom)

