Selasa, 29 April 2014

Kisah Sepasang Tuna Netra Menghidupi Keluarga




Reporter : ods/bam
BERITABEKASI.CO,Kota Bekasi - Bagi warga di kawasan Jatiasih mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok sepasang suami istri yang berjualan kerupuk yang biasa berkeliling di Perumahan Pemda. Agus (50), dan Sarinah (35), bukan penjual kerupuk keliling biasa, dia adalah sepasang Tuna Netra. Di Kota Bekasi, dia tinggal bersama ke tiga anaknya di Jalan Sadewa no 28 blok B Komplek Pemda. Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat  meski memiliki keterbatasan fisik, namun dia enggan hidup dari belas kasihan orang lain. Mereka, berusaha menghidupi ketiga buah hatinya dengan berjualan kerupuk keliling, mengitari komplek-komplek yang berada di sekitar tempat tinggalnya, Minggu (29/9/2013). 
http://beritabekasi.co/fileuploadmaster/663020tuna%20Netra.jpg
http://beritabekasi.co/gambar/spacer.gif
Sepasang Tuna Netra berjualan kerupuk keliling (Foto/ods)
http://beritabekasi.co/gambar/spacer.gif
Agus dan Sarinah mengaku, berjualan demi menghidupi ketiga putra-putrinya, setiap pagi mereka bekeliling komplek dengan berjalan kaki hingga jarak 5 Km yang mesti ditempuh. Mereka, dapat menjual kerupuk dalam sehari 40 hingga 50 bungkus kerupuk. Namun, sejak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu, yang berimbas pada kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok, membuat mendapatan mereka menurun drastis. Kini dalam sehari, mereka hanya mampuh menjual sekitar 20 bungkus dengan keuntungan bersih Rp20.000 hingga Rp30.000 perhari.
“Sudah dua tahun saya bersama istri berjualan kerupuk keliling disekitar komplek di Jatiasih,’’ katanya kepada beritabekasi.co, sembari melepas lelah seusai berkeliling menjajakan dagangannya disekitar komplek pemda.
Kondisi ini tak membuat Agus dan Sarinah menyesali nasib, namun mereka tetap bersyukur atas rezeki yang telah diberikan Tuhan, karena dari hasil berjualan kerupuk ini ia mampuh menyekolahkan ketiga anak-anaknya, meski hanya sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Saya hanya berharap ke tiga anak-anak saya kelak dapat hidup yang lebih baik dari pada orang tuannya yang hanya sebagai penjual kerupuk keliling,’’ ujarnya.
Sehari-hari, Pria asal Jawa tengah, ini ditemani sang istri berkeliling di sekitar komplek dekat-dekat rumahnya untuk menjajakan kerupuknya kepada warga. Ia mulai berkeliling dari pukul lapan hingga empat sore. Agus, terpaksa memilih berdagang kerupuk sesuai berhenti menjadi tukang pijat, kata dia, kerena kalah saing dengan panti pijat plus-plus yang marak di Kota Bekasi.
 “Ya kalau untuk sehari-hari enggak cukup, dirit-irit alhamdulillah saya bersyukur masi dapat menyekolahkan ketiga anak-anak saya dari pengahasilan berjualan kerupuk,’’ katanya.
Banyak suka duka yang dialami ke dua pasangan tuna netra, ini mulai dari para pembeli yang kadang kala membayar kurang hingga menabrak-nabrak saat berjalan kerena pada saat belum mengenal medan. Meskipun begitu, Agus dan Sarinah mengatakan masih banyak orang yang baik kepadanya. Mereka tetap menjalankan hidup sebagai pedagang kerupuk keliling.
“Ya suka dukanya pernah dialami, terkadang ada aja yang bayarnya kurang, tapi alhamdulillah, masih banyak orang yang baik suka kasih lebih diberikan ke saya uang kembaliannya,’’ tandasnya.

Opini
Secara etimologi kata tunanetra berasal dari tuna yang berarti rusak,netra berarti mata atau penglihatan. Jadi secara umum tuna netra berarti rusak penglihatan. Tunanetra berarti buta,tetapi buta belum tentu sama sekali gelap atau sama sekali tidak dapat melihat. Ada anak buta yang sama sekali tidak ada penglihatan,orang semacam ini biasanya disebut buta total. Disamping buta total, masih ada juga orang yang mempunyai sisa penglihatan tetapi tidak dapat dipergunakan untuk membaca dan menulis huruf biasa.
Mungkin kemampuan yang paling terpengaruh oleh ketunanetraan untuk berhasil dalam penyesuaian social individu tunanetra adalah kemampuan mobilitas yaitu ketrampilan untuk bergerak secara leluasa di dalam lingkungannya. Ketrampilan mobilitas ini sangat terkait dengan kemampuan orientasi, yaitu kemampuan untuk memahami hubungan lokasi antara satu obyek dengan obyek lainnya di dalam lingkungan seperti yang di alami oleh sepasang tuna netra bapak Agus dan ibu Sarinah ini beliau perlu beberapa bulan untuk beradaptasi dengan medan jalan yang harus dilaluinya untuk berjualan krupuk setiap hari
Pada dasarnya mereka tidak inggin bahawa kondisinya sepeti ini namun takdir berhendak lain ada beberapa factor penyebab terjadinya tuna netra diantaranya: Pre-natal dan Post-natal. Pada siapa pun masyarakat untuk menangapi dan merangkul seseorang penderita tuna netra seperti bapak Agus dan ibu Sarinah ini cobalah untuk berprilaku kemanusian  kepadanya jangan malah memanfaatkannya, sekecil apapun bantuan anda untuk menolongnya itu akan ada balasannya.
Betapa banyak manusia diluar sana yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang tanpa dia sadari jikalau dirinya itu masih sangaat kuat untuk bekerja yang lebih layak dibandingkan dengan harus mengemis tapa keterbatasan apapun yang menimpanya. Hal ini patut dicontoh bagi para penderita penyakit turunan seperti ini karna keterbatasan bukan lah suatu kendala untuk mewujudkan niat dan mimpi mu.
Sumber :
http://beritabekasi.co/page/kanal/?id=4820&subid=58&kanal=sosok&alias=Kisah%20Sepasang%20Tuna%20Netra%20Menghidupi%20Keluarga&page=detil

Senin, 31 Maret 2014

Gas 3 Kg Meledak, Sekeluarga Sekarat Terbakar di Cilincing
Added by Redaksi on 21/03/2014.
Saved under
HotNews, Kriminal, Peristiwa Hari Ini, Top News
NONSTOP,MELEDAK-
Lokasi Terjadinya Gas 3 Kg Meledak di Cilincing,Jakarta Barat .
Lokasi Terjadinya Gas 3 Kg Meledak di Cilincing,Jakarta Barat .
Naas menimpa satu keluarga di Jalan Kebantenan RT 03 RW 02, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing. Peristiwa ini menyebabkan ayah, ibu, dan 4 orang anaknya mengalami luka bakar. Para korban yang merupakan satu keluarga yaitu Itok (38), Ngadiarti (35), Kholifatus (10), Al Fath (7), Ganesha (5) dan Renayu (1,5).
Menurut Ito, peristiwa ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu istrinya, Ngadiarti (35) dan ketiga anaknya yaitu Kholifatus (10), Al Fath (7) , Ganesha (5), dan Renayu (1,5) habis pulang dari rumah orangtua Ito. “Kami saat itu habis pulang dari mbah-nya,” katanya di Rumah Sakit Umum Daerah Koja, Kamis (20/3).
Sesampainya di rumah, dirinya bersama istri dan ketiga anaknya tersebut kemudian sedang beristirahat di ruang keluarga. Namun, tidak bertahan lama kemudian tabung gas meledak. “Saya masih sadar dan menolong ketiga anak dan istri saya,” ucapnya.
Lalu setelah itu berdatangan tetangga yang ikut membantu korban. Ia mengakui, tidak seperti biasanya, setiap hendak bepergian dirinya selalu mencopot regulator gas. Namun setelah diingat-ingat ternyata hal tersebut yang menyebabkan terjadinya ledakan gas.
“Mungkin namanya musibah jadi seperti ini (meledak). Biasanya saya selalu melepas selangnya,” tandasnya.
Ia sendiri tidak mengetahui penyebab ledakan tersebut. Namun, ia menduga asal muasal ledakan berasal dari tabung 3 kilogram yang bermasalah. Sebab, sepengetahuan dia, selang dan regulatornya tidak bermasalah.
Saat ini kondisi rumah kontrakannya rusak parah. Ia juga tidak tahu kondisi ketiga anaknya yang sedang dirawat di tempat berbeda. Dua anaknya dirawat di lantai 5 RSUD Koja dan anak bungsunya kini luka parah dan dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.(AGS)

Opini: sebetulnya hal eperti ini adalah kesalaha sipengguna dan mengakibatkan anakaya terluka parah begitu juga warga disekitartnya. hal yang harus di kembangkan dalam masalah ini sebaiknya regulator-regulator tabung gas di masa yang akan datang memiliki tanda peringatan apabila gas atau pun selangnya ada masalah jd sipengguna bisa tau dan bisa langsung mengecek dimana letak permasalah tersebut dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak di ingginkan seperti kasus diatas..

Sumber: http://www.nonstop-online.com/2014/03/gas-3-kg-meledak-sekeluarga-sekarat-terbakar-di-cilincing/

Selasa, 24 Desember 2013


Isi Hati yang sesungguhnya.
semua kan ku tuangkan disi hari ini detik ini..
      gw mengakui bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini termasuk gw. tapi kenapa si lo ga pernah bia berubah untuk menjadi seorang yang lebih baik dan dewasa, gw tuh sayang sama lo setulus hati gw apapun yang bisa gw bantu dan gw lakuain buat lo selagi gw masih sanggup dan mampu untuk melkakukannya pasti gw lakuin cuman buat loo apa semua yang udah gw lakuin tuh masih belum cukup membuktikan.
      gw akui lo udah berubah, tapi berubah lo bukan berubah seperti layaknya orang lain yang berubah akan suatu yang buruh berupa menjadi suatu yang baik. perubahan lo hanya perubahan sikap buruknya saja tanpa ada perbaikan dan tanpa ada niat untuk berubah menjadi baik menjadi sesosok mausia yang dewasa layaknya orang lain.
      apa sih sebernya tujuan lo selama ini...? jangan pernah merasa bahwa diri lo tuh lebih unggul di bandingkan dengan oprang lain. maih banyak wanita yang lebih segalanya dari lo tapi dia ga seperti lo. gw udah ga sanggup lagi kaya gini trus, harus sampe kapan gw tungguin lo buat bener-bener berubah karana gw. INGGET gw bisa tinggalin lo kapan pun gw mau...

Sabtu, 30 November 2013


Sampling Probabilistik dan Sampling Non Probabilistik
Teknik sampling probabilistik singkat kata merupakan teknik yang memberikan peluang atau kata lainnya kesemapatan yang sama untuk setiap kemungkinan. Pemilihan sample bersifat objektif, yaitu dimana anggota pada suatu sample dianggap sama oleh si peneliti itu sendiri dan sifat dari sampling ini yaitu acak atau random. Teknik-teknik yang termasuk ke dalam teknik sampling probabilistik adalah simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportinate statified random sampling dan cluster sampling (area sampling). Tujuan dari teknik ini yaitu mendapatkan informasi atau sekumpulan data yang seakurat mungkin agar nanti hasil yang didapatkan dari proses pendataan ini bersifat ideal.
Sampling Probabilistik memberikan hasil-hasil yang dapat dinilai secara objektif. Terdapat beberapa jenis sampel yang termasuk kategori ini, yaitu:
1.          Simple Random Sample
Jika probability sample dipilih sedemikian rupa sehingga seluruh pengelompokan dengan ukuran tertentu yang mungkin akan memiliki kesempatan yang sama untuk terambil dan setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih, maka sampelnya disebut Simple Random Sample. Populasi adalah keseluruan objek yang akan atau ingin diteliti.
Cara samplingnya adalah setiap anggota dalam suatu populasi diberi nomor, kemudian diambil secara acak nomor tersebut sebanyak jumlah sampel yang dikehendaki, maka setiap anggota yang nomornya terpilih tersebut membentuk sebuah random sampel. Pengambilan nomor tersebut juga bisa dengan menggunakan bantuan random number (bilangan acak).
2.         Systematic Sample
Anggota dari populasi diberi nomor dan diurutkan. Kemudian ditentukan satu nomor sebagai titik awal sampling. Nomor berikut dari anggota yang ingin dipilih ditentukan dengan mengikuti suatu sistematika, misalnya tiap-tiap unit nomor ke-n dari titik awal dipilih sebagai anggota sampel.
3.         Stratified Sample
Populasi terlebih dahulu dibagi dalam kelompok-kelompok yang relatif homogen, atau dalam strata. Anggota sampel ditarik dari setiap strata untuk menghasilkan secara keseluruhan, yang disebut Systematic Sample.
Systematic Sample biasanya dilakukan apabila ada variasi besar dalam populasi, dan penelitinya terlebih dahulu mengetahui struktur populasi tersebut yang dapat digunakan untuk menetapkan stratanya. Hasil sampel dari setiap stratum kemudian diberi pembobotan dan dihitung dengan hasil sampel dari strata lainnya untuk mendapatkan estimasi yang menyeluruh.
4.         Cluster Sample
Populasi terlebih dahulu dibagi atas kelompok-kelompok berdasarkan area ataucluster, dan anggota kelompok tidak perlu homogen. Kemudian dipilihlah beberapa cluster sebagai sampel, selanjutnya dipilih lagi anggota dari cluster (seluruhnya/sebagian) tersebut sebagai sampel.
Sampling Non Probabilistik Berbanding terbalik dengan teknik sampling probabilistik, teknik sampling non-probabilistik ini tidak memberikan peluang yang sama untuk setiap anggota populasi. Pemilihan sample bersifat subjektif tergantung pandangan dan kepentingan si peneliti untuk memberi peluang pada anggota populasi. Teknik yang termasuk dalam teknik sampling non-probabilistik adalah sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, sampling purposive, sampling jenuh dan snowball sampling. Dalam penggunaan nonprobability sampling, pengetahuan, kepercayaan dan pengalaman si peneliti dijadikan objek pertimbangan yang akan menentukan anggota populasi yang akan dipilih sebagai sampel. Karena hal tersebutlah yang mengakibatkan perbedaan peluang antar anggota populasi sebagai sample secara acak. Teknik sampling non peluang meliputi:
1.          Sampling Kuota
Sampling kuota adalh teknik untuk menentukan sempel secara bebas dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan.
2.         Sampling Aksidental
Adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipadang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
3.         Judgement Sampling
Adalah cara pengambilan sampel, yang bersedia dipilih berdasarkan tujuan. Dipilih berdasarkan unit analisis seorang ahli.
Sumber:
http://fabynnanda.blogspot.com/2013/11/sampling-probabilistik-dan-non.html

Statistika Non-Parametrikal



Statistika Non-Parametrik
Statistika non-parametrik adalah statistika bebas sebaran (tdk mensyaratkan bentuk sebaran parameter populasi, baik normal atau tidak). Statistika non-parametrik biasanya digunakan untuk melakukan analisis pada data berjenis Nominal atau Ordinal. Data berjenis Nominal dan Ordinal tidak menyebar normal. Contoh metode Statistika non-parametrik:

a. Uji tanda (sighn test)


b. Sign rank test (wicoxon)
c. Rank sum test (wilcoxon)
d. Rank correlation test (spearman)
e. Fisher probability exact test.
f. Chi-square test, dll

A. UJI TANDA (SIGN TEST)
Uji tanda ( sign-test ) merupakan uji statistika non parametrik yang sederhana dan paling awal digunakan. Dinamakan “uji tanda” karena hasil pengamatan didasarkan atas tanda (positif atau negatif) dan bukan pada besarnya nilai numerik. Dapat dilakukan pada satu sampel dan sampel berpasangan.
1.      Uji Tanda Satu Sampel.
Untuk mengetahui apakah sampel yang kita peroleh berasal dari populasi dengan median atau patokan nilai tertentu. Untuk menguji hipotesis, data sampel disusun sedemikian rupa sehingga untuk nilai yang “> median” populasi kita beri tanda (+), untuk nilai yang “< median” populasi diberi tanda (-) dan untuk yang “= median” populasi diberi tanda (0). H 0 : jumlah tanda (+) = jumlah tanda (-) Bila hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan tanda, maka kita ingin mengetahui apakah perbedaan tersebut memang berbeda atau hanya karena faktor kebetulan saja.
Contoh
Misalkan, diketahui bahwa pods day cream untuk memutihkan wajah  mempunyai median (Me) waktu penyembuhan 7 hari. Bila pods day cream dikombinasi dengan pods night cream apakah dapat mempercepat waktu pemutihan ? Untuk mengetahui hal ini maka kombinasi pods day cream dan pods night cream diberikan pada 11 orang.
Pengujian hipotesis dilaukan pada derajat kepercayaan 95 %
Jawab :
Ho = Me populasi = Me sampel ( median waktu pemutihan kombinasi pods day cream dan pods night cream = 7 hari)
Ha = Me populasi # Me sampel
α = 0,05
Hasil pengamatan terhadap 11 orang tersebut sebagai berikut.
Waktu pemutihan
Median
Tanda
5
7
-
6
7
-
7
7
0
8
7
+
8
7
+
8
7
+
8
7
+
9
7
+
9
7
+
9
7
+
10
7
+

Dari hasil tersebut tampak bahwa 2 orang denga tanda (-) dan satu orang dengan tanda 0. Apa yang dapat kita simpulakn dengan 2 ( - ), sedangkan kita berharap terdapat 5 ( - ) ?
Untuk menyelesaikan soal di atas dapat digunakan table 10 untuk Uji Tanda. Pada n=10 ( 1 tidak digunakan karena hasilnya 0 ) dengan derajat kemaknaan 5% dihasilkan nilai h=1 .
Agar kombinasi pons ( D+N ) berbeda secara bermakna dibandingkan obat A atau untuk menolak hipotesis nol maka jumlah tanda (-) harus = 1
Dari hasil pengamatan diperoleh 2 orang dengan tanda (-) maka kita tidak dapat meniloak hipotesis nol yang berarti secara statistic tidak terdapat perbedaan efek kombinasi obat tersebut atau efek ponds dey cream tidak berbeda dengan kombinasi ponds D+N pada derajat kemaknaan 5% ( p >0,05 )
2.      Uji sampel berpasangan
Uji tanda dipakai untuk data yang berpasangan dengan kategori/perlakuan dua (P=2) dan terbaik jika digunakan pada data dengan skala pengukuran nominal (ada/tidak, mati/hidup,sakit/sehat dan sebagainya).
Bila digunakan dua buah sampel, biasanya penelitian dilakukan pada dua kelompok penderita yang dianggap sama atau sampel yang berpasangan. Pada statistika parametric, untuk membandingkan dua proporsi pada sampel yang berpasangan digunakan Mc.Nemar’s test.
Untuk membandingkan dua proporsi melalui dua sampel yang berpasangan atau setiap penderita diperlakukan dua kali pada statistika non-parametrik digunakan sign test.
Contah
Berikut adalah nilai preferensi konsumen terhadap 2 Merk Sabun Mandi.  Dengan taraf nyata 1%, ujilah apakah proporsi preferensi konsumen pada kedua merk bernilai sama?

Tabel 1. Preferensi sabun LUXE Vs GIVE

No. Responden
LUXE
GIVE
Tanda
1.   
4
2
+
2.   
2
3
3.   
3
3
0
4.   
2
3
5.   
3
2
+
6.   
1
2
7.   
2
3
8.   
3
4
9.   
3
2
+
10. 
2
1
+
11. 
4
1
+
12. 
1
1
0
13. 
4
2
+
14. 
3
2
+
15. 
4
3
+

Ket:
Banyak tanda (+) = 8
Banyak tanda (–) =  5
Banyak tanda (0) = 2
Jika kita asumsikan LUXE lebih disukai dibanding GIVE maka SUKSES dalam sampel adalah = proporsi banyak tanda (+) dalam sampel
=  banyaknya positif =   8  = 0,62
                   n                  13
q = 1 – p = 1 - 0.62 = 0.38

Karena ingin diuji proporsi yang suka LUXE  = GIVE maka p0=q0= 0.50





B. RANK sSUM TEST(wilcoxon)


Seperti uji t -test untuk sampel berkorelasi , Wilcoxon signed- jajaran berlaku untuk desain dua - sampel yang melibatkan tindakan berulang , pasangan yang cocok , atau " sebelum " dan "sesudah " langkah-langkah . Dimulai dengan satu set nilai berpasangan Xa dan Xb , halaman ini akan

    mengambil perbedaan mutlak | Xa Xb - | untuk setiap pasangan ;
    menghilangkan dari pertimbangan kasus-kasus di mana | Xa Xb - | = 0 ;
    peringkat perbedaan mutlak yang tersisa , dari terkecil hingga terbesar , mempekerjakan jajaran diikat mana yang sesuai ;
    tetapkan untuk setiap peringkat seperti tanda "+" ketika Xa Xb - > 0 dan tanda "-" ketika Xa Xb - < 0 ;
    dan kemudian menghitung nilai W untuk uji Wilcoxon , yang dalam versi sekarang dari prosedur ini adalah sama dengan jumlah dari jajaran ditandatangani . Jumlah jajaran ditandatangani , di sini ditunjuk sebagai ns / r , sama dengan jumlah pasangan XaXb dengan yang Anda mulai dikurangi jumlah pasangan yang | Xa Xb - | = 0 .

Ketika ns / r sama dengan atau lebih besar dari 10 , distribusi sampling dari W adalah pendekatan cukup dekat dari distribusi normal. Dalam kasus ini , halaman ini menghitung sesuai z - rasio bersama dengan terkait satu - ekor dan dua ekor probabilitas . Untuk ukuran sampel yang lebih kecil ( ns / r = 5 sampai 9 ) , nilai yang diperoleh dari W dapat disebut tabel terpisah nilai kritis ± W.